Jumat, 01 Maret 2013

MANAJEMEN WAKTU SALAH SATU KUNCI SUKSES MERAIH MIMPI


Indri Arianti, S.Psi

Tahun 2012 telah berlalu, dan tahun 2013 telah meyapa kita, apakah dalam 1 tahun terakhir ini kita sudah melakukan banyak hal untuk diri kita dan lingkungan kita? Apakah prestasi belajar kita sudah lebih meningkat dari tahun tahun sebelumnya?Apakah mimpi kita sudah tercapai?, Sebenarnya mimpi itu apa sih? Apa sepert imimpi saat kita tidur? Yuk…kali ini kita bicara soal mimpi.
Mimpi yang akan kita bahas kali ini bukanlah mimpi pada saat kita tidur, tapi mimpi disini sama dengan keinginan, harapan atau cita-cita. Sejak kecil pasti kita sudah ditanya, apa cita-citanya kelak kalau sudah dewasa? Dan jawabannya beragam, tapi yang sering terucap tentang cita cita ini kebanyakan menjadi Dokter, Polisi, Guru, perawat, tentara bahkan Menteri atau Presiden.Kenapa kebanyakan jawabannya seperti itu? Karena profesi itu paling sering kita lihat di sekeliling kita.Padahal profesi yang lain masih banyak sekali. Seiring berjalannya waktu, anak anak akan tumbuh dewasa, pengetahuan semakin bertambah, kesenangan terhadap suatu hal bisa berubah, sehingga cita cita itu akan semakin beragam, mulai dari menjadi penari, penyanyi, desainer, pelukis, pedagang, pemilikperusahaandanmasihbanyaklagi.
Untuk mencapai mimpi itu, tentunya banyak hal yang harus dilakukan, sehingga cita cita itu bisa terwujud.Contohnya dengan bersekolah ,mengikuti pelajaran tambahan, berprestasi di bidang bidang tertentu, mengasah ketrampilan dan lain sebagainya. Mimpi itu tidak bisa terwujud begitu saja tanpa ada usaha yang sungguh sungguh, disiplin dan tanggung jawab,tentunya harus dibarengi juga dengan berdo’a kepada Allah SWT.

Jumat, 18 Januari 2013

Mengenal Tentang PAUD TPQ



Pada tahun 2012 ini Badko TPQ  Jawa Tengah gencar menggalakkan berdirinya PAUD berbasis Al Qur’an atau yang sering disebut dengan PAUD TPQ. Apa sebenarnya dan bagaimana pengelolaan PAUD TPQ itu sebenarnya, pada rubrik manajemen ini sekilas kita akan menengok tentang PAUD TPQ itu.
 
Usia emas
Usia dini merupakan masa yang snagat penting dalam keseluruhan tahap perkembangan manusia. Pada masa itu terjadi lonjakan perkembangan anak yang tidak terulang pada periode berikutnya sehingga para ahli menyebutkan sebagai usia emas perkembangan. Oleh karena itu pembentukan dasar dasar keimanan dan ketaqwaan, serta karakter, sangat tepat jika dilakukan sejak dini. Untuk melejitkan potensi perkembangan tersebut setiap anak membutuhkan rangsangan pendidikan yang sesuai dengan nilai nilai yang akan dikembangkan, tahap perkembangan, dan potensi masing masing anak.
PAUD TPQ adalah bentuk bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Lahirnya program PAUD berbasis TPQ antara lain didorong oleh tumbuhnya kesadaran dan gerakan pendidikan berbasis Al – Qur’an, terutama dalam bentuk TKA/TPA/TPQ yang dimotori oleh berbagai lembaga/organisasi keagamaan islam maupun remaja/ta’mir masjid.Gerakan TPQ ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat sehingga peserta tidak hanya usia anak usia sekolah tetapi juga anak anak usia pra sekolah.
Berdasarkan semangat tersebut, muncullah program PAUD berbasis TPQ dalam rangka memperkuat lembaga pendidikan Al – Qu’an yang sudah berjalan dengan menggabungkan penyelenggaraan PAUD dengan pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang sudah ada sehingga hasilnya lebih optimal.

Waktuku, Waktumu, Waktu Kita


Faqih Annisa 
( Ketua FLP Ranting IAIN Ska )
 

Tidak ada yang lebih berharga dalam kehidupan ini setelah iman selain “waktu”. Waktu adalah benda yang paling berharga dalam kehidupan seorang muslim. Ia tidak dapat ditukar oleh apapun. Waktu dalam islam adalah “kehidupan”, al-waqtu huwa al-hayah, demikian kata As-Syahid Hasan Al-Banna. Demikian pula uswah kita Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat disiplin mengelola waktu. Keseharian beliau yang sangat “padat acara” lantas tidak membuat semuanya menjadi terbengkalai. Sebaliknya, semua berjalan baik. Itulah keunggulan Rasulullah SAW mengelola waktu dalam memegang kendali pemerintahan, pendakwah, kepala rumah tangga, suami dari istrinya, bapak bagi anak-anaknya, panglima perang, pengusaha, guru, imam masjid, tempat mengadu dan mengeluhkan permasalahan dan sebagainya.
Disaat pergantian tahun baru islam maupun tahun baru masehi ini hendaknya menjadikan setiap umat muslim di seluruh dunia lebih menyadari untuk berhijrah menuju perbaikan yang lebih baik lagi dengan memanage waktu agar tidak terbuang sia-sia dan berlalu begitu saja tanpa makna. Sebuah pepatah mengatakan “Apa yang terpanjang tetapi juga terpendek, yang tercepat tetapi juga yang terlambat itu kita semua tidak mengindahkannya, tetapi kemudian menyesalinya adalah tidak ada yang dapat dilakukan, dia menelan segala yang kecil dan membangun segala yang besar”. Dialah sang waktu. Dialah ukuran keabadian. Dialah yang terpendek karena tidak seorangpun yang mempunyai cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan hidupnya. Dia terlalu cepat pergi bagi orang-orang yang berbahagia dan begitu lambat bagi orang yang tidak bermanfaat, mengekalkan yang agung dan berguna bagi manusia.

Kamis, 17 Januari 2013

Membagi Waktu


Lisda Farkhani, S.Psi

Sore itu dirumah “nggak mau pokoknya nggak mau,” teriak adik sambil menangis kencang. “sudah terlambat, pokoknya nggak mau,” tambahnya lagi saat umi berusaha membujuknya. Adik  tidak mau masuk TPQ karena sudah terdengar suara teman-temannya mengaji, sementara sedari tadi dia asyik bermain dan tidak mau saat diminta mandi. Kejadian itu berbeda tipis dengan Kakak dipagi hari tadi, ia cemberut dan mogok sekolah, “perut kakak sakit umi, nggak usah masuk sekolah saja ya,”pinta kakak pelan. “Kak kalau sakit perut minum obat n berdo’a insyaalloh nanti segera sembuh,” jawab umi sambil mengolesi minyak diperut kakak. “Tapi,’kata kakak yang diiringi dengan suara sesenggukan tangis. Ternyata kakak belum selesai mengerjakan tugas sekolah yang harus dikumpulkan hari ini. padahal kemarin seharian ia bermain terus.
Abi umi pernahkah kejadian seperti itu kita alami. Saat ananda menunda-nunda pekerjaannya hingga kehabisan waktu. Dan akhirnya ananda akan merasa bersalah dan bingung tetapi semua sudah terlanjur.

Jumat, 02 November 2012

Silaturahmi Membawa Berkah (TPQ Istiqomah)

Para Santri Dengan Semangat Belajar Al Qur'an
Sore itu lantunan ayat ayat Al qur’an terdengar bersahutan di masjid yang terletak di desa Sanggrahan kelurahan makamhaji kartasura,Anak anak dengan penuh semangat belajar dan membaca satu demi satu huruf huruf Al Qur’an.Di masjid Istiqomah inilah 25 santri TPQ Istiqomah mengisi waktu sore hari mereka dengan belajar Al Qur’an, dibawah bimbingan 3 orang ustadzah yang dengan sabar dan telaten membimbing mereka. Ditengah kesibukan para ustadzah sebagai ibu rumah tangga, mereka masih menyempatkan waktu, mencurahkan tenaga dan pikiran dalam upaya memberantas buta Al Qur’an.Semangat dari para santri itulah yang mendorong para ustadzah untuk senantiasa berinovasi mengembangkan metode dan manajemen pengelolaan TPQ.

Membangun Sikap Toleransi Dan Mau Berbagi Pada Anak

Oleh : Indri Ariyanti, S.Psi
(ARUTALA Konseling Psikologi & Pengembangan SDM)

Anak akan mengalami suatu periode yang dinamakan sebagai masa keemasan anak saat usia dini dimana saat itu anak akan sangat peka dan sensitif terhadap berbagai rangsangan dan pengaruh dari luar. Orang tua sebagai bagian yang paling dekat dengan anak harus bisa memberikan informasi atau pendidikan yang benar supaya anak bisa memiliki sifat sifat yang baik untuk kehidupannya.
Saat masa kemasan, anak akan mengalami tingkat perkembangan yang sangat drastis di mulai dari pekembangan berpikir, perkembangan emosi, perkembangan motorik, perkembangan fisik dan perkembangan sosial. Lonjakan perkembangan ini terjadi saat anak berusia 0-8 tahun, dan lonjakan perkembangan ini tidak akan terjadi lagi di periode selanjutnya. Saat perkembangan anak khususnya saat perkembangan dini, orang tua harus betul  betul menjadikannya sebagai perhatian khusus, karena hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang.

“SEMANGAT BERQORBAN” Menghidupkan Kembali Panggilan Allah dan Rasul-Nya

Oleh : Warist Luqman Hakimah, S. Ag
Sejarah qurban adalah sejak dijaman Nabi Adam as. Yaitu pada kedua putra Beliau : Qobil dan Habil.
Selanjutnya adalah apa yang terjadi di jaman Nabi Ibrahim as. Yaitu pada saat diperintah oleh Allah SWT melalui mimpinya untuk menyembelih Putranya yang bernama Ismail sebagai ujian kecintaannya kepada Allah SWT.
Kala itu Ibrahim yang baru saja dikaruniai putra yang telah sekian lama dinanti-nantikan kehadirannya, oleh Allah swt diperintahkan untuk menyembelihnya. Sebuah ujian yang sangat berat bagi Ibrahim mengingat Ismail adalah anak yang ia dambakan dan ia cintai. Akan tetapi, rasa cinta Beliau kepada sang putra tidak meleburkan dan meluluhkan rasa cinta dan patuhnya keapad Allah swt, dan ketika Ibrahim memberitahu Ismail agar menyembelihnya, dengan suka rela Ismail bersedia menuaikan perintah Allah swt tersebut.
Karena kepatuhan dan kerelaan Ibrahim dan Ismail dalam menjalankan perintah Allah swt, maka akhirnya Allah Ismail dengan seekor kambing kibas yang besar. Kerelaan dan kepatuhan telah mengantarkan Ibrahim dan Ismail lulus menghadapi ujian dari Allah swt.
Dijaman Nabi Muhammad saw, qurban tidak lagi anak atau dirinya, tetapi diperintahkan berupa penyembelihan binatang ternak ( onta, sapi dan Kambing ) sampai sekarang, sebagaimana Firman Allah swt dalam Surat Al Hajj ayat : 34.