Lisda
Farkhani, S.Psi
Sore itu dirumah “nggak mau
pokoknya nggak mau,” teriak adik sambil menangis kencang. “sudah terlambat,
pokoknya nggak mau,” tambahnya lagi saat umi berusaha membujuknya. Adik tidak mau masuk TPQ karena sudah terdengar
suara teman-temannya mengaji, sementara sedari tadi dia asyik bermain dan tidak
mau saat diminta mandi. Kejadian itu berbeda tipis dengan Kakak dipagi hari
tadi, ia cemberut dan mogok sekolah, “perut kakak sakit umi, nggak usah masuk sekolah
saja ya,”pinta kakak pelan. “Kak kalau sakit perut minum obat n berdo’a
insyaalloh nanti segera sembuh,” jawab umi sambil mengolesi minyak diperut
kakak. “Tapi,’kata kakak yang diiringi dengan suara sesenggukan tangis.
Ternyata kakak belum selesai mengerjakan tugas sekolah yang harus dikumpulkan
hari ini. padahal kemarin seharian ia bermain terus.
Abi umi
pernahkah kejadian seperti itu kita alami. Saat ananda menunda-nunda
pekerjaannya hingga kehabisan waktu. Dan akhirnya ananda akan merasa bersalah
dan bingung tetapi semua sudah terlanjur.
